Efektivitas Penggunaan Agen Hayati (MOL) Bonggol Pisang Dan Pupuk Organik Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L)
Keywords:
agen hayati (MOL), pupuk organik, tanaman jagungAbstract
Pertumbuhan tanaman jagung yang baik dapat menunjang peningkatan produksi yang lebih tinggi. Berbagai jarak tanam dilakukan oleh petani sehingga didapat jarak tanam yang tepat serta meningkatkan produksi jagung manis. Usaha untuk meningkatkan produksi jagung juga dapat dilakukan dengan penambahan Agen Hayati (MOL) dan Pupuk Organik. Dengan mengetahui dosis penggunaan Agen Hayati (MOL) dan Pupuk Organik yang tepat diharapkan akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Agen Hayati (MOL) terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L).
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: cangkul, sabit, meteran, timbangan, traktor, disel dan alat tulis. Bahan yang di gunakan adalah bibit jagung, pupuk organik kotoran sapi dan MOL Bonggol Pisang. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan analisis pengujian beda antar perlakuan diuji dengan uji beda nyata Duncan pada tingkat kepercayaan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian MOL Bonggol Pisang dengan pupuk organik kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung umur 20 HST, tinggi tanaman jagung umur 40 HST, jumlah daun umur 20 HST, jumlah daun umur 40 HST, bobot tongkol kering per petak, bobot tongkol kering per tanaman, dan bobot pipilan kering per petak. Dosis MOL Bonggol Pisang 150 cc/petak (M3) memberikan hasil pertumbuhan dan produksi yang terbaik. Terdapat interaksi yang nyata antara Dosis pupuk organik kotoran sapi dan perlakuan dosis MOL Bonggol Pisang terhadap rata-rata bobot tongkol kering per tanaman yaitu pada perlakuan P2M3 yaitu kombinasi Dosis pupuk organik kotoran sapi 100 Kg/ha dengan MOL Bonggol Pisang 150 cc/petak.
