Pengendalian Hama Tikus (Rattus Argentiventer) Dengan Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Pada Tanaman Padi Di Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi
Keywords:
burung hantu (Tyto Alba), pengendalian hama tikusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui menganalisis efektivitas pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) dalam mengendalikan hama tikus; (2) mengetahui pelaksanaan pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) dalam mengendalikan hama tikus ; (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) untuk mengendalikan hama tikus oleh kelompok tani di Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.
Penelitian ini dilaksanakan pada Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Desa Beran merupakan daerah pertanian dan tergolong sebagai dataran rendah yang relatif subur dengan ketinggian kurang lebih 45 – 50 meter di atas permukaan laut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menemukan bahwa (1) Pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) berpengaruh secara nyata dalam mengendalikan hama tikus pada tanaman padi di Desa Beran Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Hasil panen padi dalam satu musim meningkat sebanyak 59,66 ton atau sebesar 22,07%; (2) Pelaksanaan pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) dalam mengendalikan hama tikus pada tanaman padi adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : (a) pembuatan rumah burung hantu atau pagupon; (b) penempatan rumah burung hantu atau pagupon; serta (c) memasukkan burung hantu ke pagupon; (3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pemanfaatan burung hantu (Tyto Alba) untuk mengendalikan hama tikus pada tanaman padi adalah : (1) Harga burung hantu yang mahal antara Rp. 3.500.000,- hingga Rp. 5.000.000,- per pasang; (2) Burung hantu ditangkap pemburu karena memiliki harga yang mahal; (3) Pemakaian racun tikus pada kelompok tani lain di sekitar wilayah sawah kelompok tani Ingas Rejo I dan Ingas Rejo II.
