PERAN BADAN KEUANGAN DAERAH DALAM MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN NGAWI PADA TAHUN 2016-2019
Keywords:
manajemen keuangan, keuangan daerahAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui bagaimana peran Badan Kuangan Daerah dalam manajemen Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2016-2019). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan tipe pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Informan pertama dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian Informan kedua dan seterusnya dipilih dengan snowball sampling. Berdasarkan peenjabaran dari empat indikator yaitu: Perencanaan Target PAD, Pelaksanaan Pemungutan, Pengawasan atas Penaatausahaan, Evaluasi dan Pelaporan, penulis menemukan bahwa pengelolaan PAD Kabupaten Ngawi dalam kurun waktu 2016-2019 belum maksimal. Pada Tahun Anggaran 2016, target PAD Kabupaten Ngawi sebesar Rp13.375.442.795 dan yang terealisasi sebesar Rp 14.533.137.053 atau melebihi target yang ditentukan dengan surplus sebesar Rp 1.157.694.258. Sebaliknya, pada Tahun Anggaran 2017 target PAD Kabupaten Ngawi sebesar Rp 30.457.238.927, sedangkan yang terealisasi hanya Rp 13.820.311.687, atau defisit sebesar Rp 16.636.927.240. Realisasi PAD Kabupaten Ngawi kembali normal bahkan meningkat dibandingkan dengan 2 tahun anggaran sebelumnya yakni sebesar Rp17.417.709.460 pada Tahun Anggaran 2018. Meski demikian, sisa target yang tidak terealisasi (defisit) sebesar Rp 31.692.542.755 dari target Rp 49.110.252.215. Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2019 meningkat lagi menjadi Rp 19.651.390.324 dari target Rp 46.947.535.901. Meski demikian juga masih tersisa Rp 27.296.145.577 yang tidak terealisasi atau defisit.
